KELASKU IXG
Pagi itu, pukul 6.30 aku sudah dikelasku yaitu kelas IX G yang tempatnya berdekatan dengan koperasi dan kamar mandi perempuan yang berada di pojok bagian utara SMPN 9 Salatiga. Setelah aku membuka pintu kelas aku langsung melihat meja guru yang ada buku agenda/jurnal terletak di meja itu dan ada beberapa spidol disitu selain itu aku melihat juga lemari yang sering diisi untuk menyimpan makanan dan minuman ataupun alat-alat untuk menulis dipapan tulis. Papan tulis yang berada di kelasku bukan papan tulis yang black board (papan tulis hitam) melainkan white board (papan tulis putih). selain itu terdapat juga kalender yang berada di samping kiri meja guru.
kemudian kulihat dinding dikelasku yang baru saja dicat oleh pengurus sekolah yang dulunya berwarna cream sekarang lebih cerah lagi dan sebuah CCTV yang dulunya berada di pojok kiri atas yang sekarang berada di bagian pojok kanan belakang. dan sebuah foto bapak presiden RI beserta wakilnya yang baru.
Dikelasku terdapat 28 orang siswa yang teladan. tapi entah kenapa dengan 1 temanku yang bernama toyib akhir-akhir ini tidak pernah berangkat sekolah tanpa keterangan. entah dia ada gangguan kepada guru-guru yang sering mengejek dia atau mungkin dia yang memang suka membolos. sebenarnya sungguh sangat disayangkan karena waktu pelaksanaan Ujian Nasional (UN) sudah bisa dihitung dengan jari. sebenarnya wali kelasku yang bernama Tri Adi Lukito (TELO) sudah mengusahakan supaya toyib tidak dikeluarkan dari sekolahan dengan semaksimal mungkin pak Tri Adi Lukito sudah mengusahakannya. Tetapi ternyata semua usaha pak Telo nihil malahan toyib tidak ada inisiatif untuk rajin kesekolah tapi malah menambah mbolosnya. tetapi itu tidak menjadi permasalah untuk kegiatan belajar mengajar dikelasku.
Selain itu dikelasku penuh dengan canda dan tawa meskipun sedang ada pelajaran yang menegangkan, mereka seperti menghiraukan pelajaran yang berbasis tegang. Justru mereka malah membuat semuanya sedikit santai meskipun ada beberapa temanku yang sedikit takut dengan guru tersebut.
Meskipun kelasku berada dipojok tetapi kelasku tidak kalah dengan kelas yang lain, misalnya kelasku mempunyai 4 buah lampu neon. Dan bukannya aku sombong tetapi kelasku mempunyai julukan kelas terkaya ya percaya tidak percaya meskipun anda yang membaca artikel saya ini sedikit mengira saya sombong saya tidak akan memikirkannya, tetapi kelasku mempunyai julukan kelas terkaya. kenapa mereka memanggil kelasku seperti itu ? karena uang iuran untuk kelas untuk kelasku seminggu kurang lebih mendapatkan sekitar Rp: 168.000-, yang seharinya menyetor uang sekitar Rp 1.000-, kepada bendara. sebenarnya kelas kami tidak kaya, karena penduduk kelas IX G saja yang rajin membayar uang iuran untuk kelas sebesar Rp 1.000-,/hari selama 1 minggu rutin. itu yang membuat kelasku mendapatkan julukan kelas terkaya. itu karena didikan wali kelas kami yang sudah mengajarkan untuk hidup rajin, mengelola uang dengan baik, tertib dengan peraturan dikelas. kami beruntung mendapatkan wali kelas yang tegas dan baik seperti pak Tri Adi Lukito.
Mungkin kelasku kelas yang paling pojok akan tetapi saat Ujian Nasional (UN) akan dilaksanakan besok akan mengalahkan kelas-kelas yang berada diatas kami. Kami akan berusaha dengan semaksimal mungkin saat Ujian Nasional (UN) akan dilaksanakan besok. supaya adik-adik kelas kami tidak kecewa saat mendapatkan kelas IXG.
Sedikit gambaran untuk member kelas IX G pada saat ada guru PPL yang mengajar di kelasku, guru PPL yang berasal dari PAPUA.
itu tadi adalah sedikit gambaran dimana kelasku yang tampak depannya saja, tetapi bagian belakangnya memang luas. yang katanya para guru dikelasku adalah kelas yang paling horor. katanya dikelasku ada kelas yang merupakan jalan untuk kedimensi lain. tapi aku cuman percaya saja, selagi aku tidak mengganggu mereka. mereka pun tidak akan mengganggu kami.
Si guru PPL yang dari PAPUA itu mengajarkan tentang pelajaran TIK (Tekhnologi Informasi dan Komunikasi) mereka adalah guru yang baik, ramah dan tidak sombong. guru PPL yang saat ini sudah habis masa magangnya mereka belum meninggalkan sekolahanku. guru PPL tersebut ada 2 yang satu laki-laki yang satunya perempuan.
Mungkin itu yang dapat saya sampaikan Terima Kasih.

Kurang akeh gas :v
BalasHapus